Kewajiban Penyelenggara Fintech dalam Penggunaan Escrow Account dan Virtual Account

Perkembangan Fintech

Layanan Financial Technology sangat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap produk jasa keuangan secara online dengan berbagai pihak tanpa saling mengenal. Melalui Fintech, masyarakat dapat melakukan kegiatan jasa pinjam – meminjam uang berbasis teknologi informasi melalui dokumen perjanjian dalam bentuk elektronik secara online untuk keperluan para pihak

Keunggulan menggunakan jasa Fintech

Selain itu, keunggulan lainnya adalah tersedianya kuasa hukum mempermudah transaksi secara online, penilaian risiko terhadap para pihak, pengiriman informasi tagihan secara online, penyediaan informasi status pinjaman kepada para pihak secara online serta penyediaan escrow account dan virtual account di perbankan kepada para pihak, sehingga menjamin keamanan karena seluruh pelaksanaan pembayaran dana berlangsung dalam sistem perbankan

Apa itu escrow account dan virtual account dalam layanan Fintech ?

Escrow Account adalah rekening giro atas nama Penyelenggara di Bank yang merupakan titipan dan digunakan untuk tujuan tertentu yaitu penerimaan dan pengeluaran dana dari dan kepada pengguna jasa penyelenggara pinjam – meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Sementara Virtual Account adalah layanan perbankan yang termasuk dalam atau bagian dari escrow account yang berupa nomor identifikasi pengguna jasa penyelenggara (end user) dan dapat dibuat oleh Penyelenggara atau bank, yang bertujuan untuk mengindentifikasi penerimaan dan pengeluaran dana dari dan/atau kepada suatu rekening.

Bagaimana kewajiban Penyelenggara Fintech dalam Penggunaan Escrow Account dan Virtual Account untuk kegiatan layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi ?

Berdasarkan Pasal 24 POJK No. 77 Tahun 2016, merupakan suatu kewajiban bagi Penyelenggara Fintech P2P (peer to peer lending) untuk menggunakan escrow account dan virtual account.

Menjadi kewajiban pula bagi penyelenggara untuk menyediakan virtual account bagi setiap Pemberi Pinjaman.

Dalam kegiatan pelunasan pinjaman uang dari Penerima Pinjaman, maka dengan adanya escrow account tersebut, Penerima Pinjaman dapat melakukan pembayaran melalui escrow account dan nantinya Penyelenggara akan meneruskannya ke dalam virtual account  Pemberi Pinjaman.

Bagaimana bila Penyelenggara Fintech P2P tidak melakukan kewajiban penggunaan escrow account dan virtual account dalam kegiatan layanan pinjam –meminjam uang berbasis teknologi informasi ?

Setiap kegiatan Fintech, akan dimonitoring baik dari segi perizinan dan kegiatan operasionalnya oleh Otoritas Jasa Keuangan, karena kegiatan usaha yang dilakukan oleh Fintech P2P sendiri adalah kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana. Akibatnya bila tidak melakukan kewajiban penggunaan escrow account maupun virtual account bagi Fintech adalah sulitnya untuk melakukan pendaftaran dan perizinan di OJK.

Karena maksud dari kewajiban penggunaan escrow account dan virtual account ini adalah larangan melakukan penghimpunan dana masyarakat melalui rekening Penyelenggara. Dalam hal ini, adanya escrow account dan virtual account akan menjamin transparansi dan keamanan baik bagi Penyelenggara Fintech dan Pengguna Jasa Fintech itu sendiri.

Demikianlah informasi yang wajib untuk diketahui oleh Pelaku Usaha yang melakukan kegiatan usahanya pada bidang Financial Technology Peer to Peer lending (P2P), semoga dapat bermanfaat. Jika dibutuhkan bantuan dalam Pengurusan Pendirian dan Perizinan Badan Usaha Fintech P2P serta setiap perjanjian-perjanjian kerjasama dan dokumen legalitas terkait badan usaha yang akan didirikan, silahkan menghubungi team kami di jasaparalegal@gmail.com atau Hotline WA ke 0812-10005154.

Kunjungi website kami untuk melihat jasa kami lainnya, klik disini

JasaParalegal, legal support specialist.

Baca juga, Tantangan dan Peluang Startup Company di Indonesia

Share This