Bagaimana Peran Paralegal dalam sebuah Perkara Perdata ?

Keseharian hidup seseorang pasti berurusan dengan orang lain karena kebutuhan dan kepentingan dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak sedikit dari hubungan dengan orang lain didasarkan pada perjanjian dan terkadang muncul permasalahan dalam hubungan hukum tersebut. Permasalahan diantara kedua belah pihak yang mengandung sengketa menuntut adanya keadilan dalam penyelesaian kasus tersebut, dalam hal ini adalah perkara perdata yang dilakukan melalui lembaga peradilan.

Para pihak yang bersengketa dapat mengajukan gugatan ke pengadilan, disebut sebagai Penggugat dan pihak yang digugat disebut sebagai Tergugat. Penyelesaian sengketa di pengadilan melalui proses sanggah-menyanggah dalam bentuk replik dan duplik.

Para pihak yang dapat menjadi penggugat atau tergugat di pengadilan dapat berupa orang pribadi atau badan usaha yang diwakili oleh orang yang ditunjuk sesuai wewenangnya. Perkara perdata dalam artikel ini membahas terkait perkara wanprestasi berdasarkan perjanjian para pihak atau perbuatan melawan hukum sebagaimana yang diatur dalam undang-undang.

Bagaimana peran seorang Paralegal dalam perkara perdata terkait wanprestasi atau perbuatan melawan hukum ?

Paralegal dapat menjadi bagian dari tim kuasa hukum atau mandiri berdasarkan perannya sebagaimana dijelaskan dalam surat kuasa dari klien. 

Peran yang dapat dilakukan oleh seorang Paralegal manakala menjadi bagian dari tim kuasa hukum adalah :

  1. Menyusun dan mengirimkan surat somasi kepada pihak yang bersengketa dengan klien untuk melakukan prestasinya sebagaimana ditentukan dalam perjanjian.
  2. Menyusun pertanyaan wawancara untuk mendapatkan informasi terkait kasus yang dihadapi oleh klien dan melaksanakan wawancara dengan klien, termasuk saksi dari pihak klien.
  3. Mengupayakan upaya perdamaian (mediasi) di luar persidangan sebagaimana diatur Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2016 sebagai suatu kewajiban Para Pihak dalam penyelesaian perkara perdata.
  4. Menganalisis kasus berdasarkan peraturan perundang-undangan terkait, guna untuk menyusun berkas yang akan dipersiapkan untuk persidangan dan yang akan dilampirkan dalam berkas persidangan.
  5. Mendaftarkan perkara klien ke kepaniteraan pengadilan yang berwenang mengadili sengketa dan menginformasikan mengenai jadwal persidangan kepada klien sekaligus tim kuasa hukum.
  6. Apabila klien adalah pihak Penggugat, maka Paralegal dapat membantu penyusunan berkas gugatan, replik dan pembuktian dari penggugat.
  7. Apabila klien adalah pihak Tergugat, maka Paralegal dapat membantu penyusunan berkas tanggapan/jawaban gugatan, duplik dan pembuktian dari tergugat.
  8. Apabila klien ingin melakukan pencabutan gugatan, maka Paralegal dapat membantu pencabutan gugatan selama tergugat belum menyampaikan jawabannya.
  9. Ketika tahapan persidangan berlangsung, Paralegal dapat menyusun transkrip persidangan.
  10. Memantau jalannya eksekusi putusan pengadilan tingkat pertama, terkait apabila adanya sita jaminan, pembayaran ganti rugi dan atau pembatalan perjanjian.
  11. Apabila dimungkinkan sesuai permintaan klien, maka Paralegal bersama tim kuasa hukum dapat mengajukan upaya hukum biasa terhadap putusan verstek, banding, kasasi atau  upaya hukum luar biasa yaitu berupa perlawanan pada pihak ketiga atau peninjauan kembali sesuai kebutuhan klien.

Kesimpulan

Pentingnya peran Paralegal tidak hanya terkait mengenai hal administratif namun juga mengenai pokok substantive dari suatu perkara perdata. Dalam menjalankan perannya, Paralegal wajib tunduk pada kode etik yang ada dalam menjaga hubungan dengan klien dan profesionalisme sebagai seorang praktisi hukum.

Demikianlah informasi mengenai Peran Paralegal dalam Perkara Perdata dalam perkara wanprestasi atau perbuatan melawan hukum, semoga dapat bermanfaat. Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut tentang penanganan perkara perdata dan peran paralegal, silahkan menghubungi team kami di jasaparalegal@gmail.com atau Hotline WA ke 0812-10005154.

JasaParalegal, Legal Support Specialist.

Share This