Tantangan dan Peluang Startup di Indonesia

Perkembangan di Indonesia

Startup di Indonesia kurang lebih sudah 5 tahun belakangan ini makin bermunculan dan berkembang. Di samping masih bermunculan startup baru, terjadi juga timbul tenggelam dari perusahaan perusahaan tersebut.

Sebenarnya kenapa bisa begitu ya? Well, sama seperti pembentukan perusahaan atau bisnis yang umum berjalan, tentunya ada saja tantangan yang harus diihadapi.

Nah ,kalau di perusahaan rintisan, kira-kira apa aja sih tantangan yang masih harus mereka hadapi ?

artikel lainnya

Mengutip dari artikel techinasia.id, ada beberapa tantangan yang masih akan dihadapi oleh perusahaan-perusahaan rintisan di Indonesia, antara lain :

Startup company di bidang Fintech Lending akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat. Perusahaan rintisan dengan kategori lending (pinjam meminjam) makin marak dibangun di Indonesia

Hingga akhir 2018 , berdasarkan laporan OJK, Perusahaan Startup Fintech Lending mengalami peningkatan hingga 400% . Meskipun makin marak, tak luput juga dengan adanya  laporan-laporan yang sempat mencoreng citra dari perusahaan sejenis dengan adanya pengaduan penipuan (laporan yang diterima YLKI hingga November 2018).

Situasi ini yang mendorong pendirian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang menjadi wadah bagi para pemain Fintech lending Indonesia  untuk membuat beberapa kesepakatan penting di ranah bisnis mereka. Diharapkan dengan dibentuknya AFPI, bisnis Fintech Lending dapat semakin berkembang kea rah yang lebih baik.

Tahun politik di Indonesia dengan adanya Pemilihan Presiden dan Legislatif dapat menentukan nasib startup dan investasi ke depan?

Di tahun 2019 yang merupakan tahun politik bagi Indonesia karena menjalani masa pemilihan Presiden dan Legislatif. Muncul kekhawatiran dari para pelaku bisnis Startup terhadap regulasi  dan peluang investasi yang bakal mereka hadapi.

Mengutip pengakuan Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia dari artikel di techinasia yang mengatakan bahwa tahun 2019 akan menjadi tahun yang  penting untuk keputusan sector StartUp Fintech di masa mendatang.

StartUp cryptocurrency berjuang keras menghadapi perubahan pasar

Cryptocurrency adalah mata uang digital di mana transaksinya dapat dilakukan dalam jaringan (online).

Area bisnis cryptocurrency bisa dibilang kurang beruntung di penghujung 2018. Regulasi yang semakin ketat dari berbagai pihak hingga munculnya kekhawatiran adanya  potensi penipuan dan peretasan siber, menjadi alasan di balik kemerosotan cryptocurrency seperti Bitcoin di tahun 2018.

Meski demikian, para pelaku bisnis startup cryptocurrency di Indonesia tampaknya masih tetap  beroptimis mampu mendorong investasi menuju popularitasnya lagi di masa mendatang, yang bisa dilihat dari geliat startup lokal yang masih konsisten menawarkan produk cryptocurrency.

Dikutip dari Tribun, Ketua Himpunan Pemerhati Hukum Siber Indonesia (HPHSI) mengungkapkan bahwa pasar Bitcoin diprediksi akan kembali naik di tahun 2019.

Nasib startup layanan jual beli cryptocurrency di Indonesia sangat bergantung pada permintaan pasar.  Perkembangan pasar cryptocurrency dan pengaruhnya terhadap perspektif konsumen jelas masih menjadi tantangan yang terus dihadapi para pelaku startup jual beli digital aset ini di tahun 2019.

Peluang bagi para pelaku StartUp

Meskipun masih banyak Tantangan bagi perusahaan StartUp di Indonesia, tentu saja masih ada Peluang bagi para pelaku StartUp untuk menunjukkan ide-ide dan inovasinya.

Apa saja ya ?

Pasar Ekonomi Halal makin berprospektif

Melansir dari artikel techinasia, diperkirakan di Indonesia pada tahun 2019  ini akan menghadirkan peluang yang besar bagi StartUp yang akan membidik pasar ekonomi halal. Indonesia masuk dalam peta pasar domestic ekonomi halal terbesar dunia.

Yang perlu dibenahi adalah penanganan proposisi ekonomi halal yang ada di Indonesia,meskipun potensi yang dimiliki besar serta adanya panduan target untuk membantu pertumbuhan ekonomi halal di Indonesia secara keseluruhan

Perkembangan metode  pembayaran digital

Layanan keuangan untuk ranah pembayaran digital akan terus diminati masyarakat. Hal tersebut bisa terlihat dari makin berkembangnya pengguna layanan pembayaran seperti OVO, GO-PAY, T-CASH, dan Dana.

Hingga kini, pemakaian system transaksi nontunai dianggap lebih praktis dan efisien bagi kota-kota besar di Indonesia, yang menjadi ‘pekerjaan rumah’ adalah mensosialisasikan lagi dalam praktiknya untuk penduduk Indonesia lebih menggunakan transaksi nontunai untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari

Demikianlah informasi mengenai Fintech di Indonesia, semoga dapat bermanfaat.

Untuk informasi, keterangan lebih lanjut dan membutuhkan bantuan dalam hal perizinan, manajemen kegiatan dan pengelolaan usaha, serta sertifikasi manajemen, silahkan kunjungi website kami di Aturkantorku atau hotline 0812-10005154

Aturkantorku, corporate secretary firm.

Baca juga artikel lainnya, disini

Share This