Identifikasi Bidang Bisnis Yang Dapat Dikendalikan oleh Investor Asing

Pemerintah Indonesia mendorong bentuk investasi baru dan pengembangan kegiatan bisnis – Pemerintah telah mereformasi kebijakannya – menghilangkan peraturan yang tidak perlu dan menyederhanakan birokrasi yang tidak efisien. Pemerintah Indonesia mengeluarkan daftar status bidang usaha sehubungan dengan ketersediaannya menerima FDI, dan berharap dapat meningkatkan peluang bisnis di Indonesia dan menarik investor asing.

Klasifikasi

Dalam peraturan terbaru hingga saat ini, Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016, secara umum bisnis di Indonesia diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu:

  1. Terbuka untuk FDI mengacu pada bidang bisnis yang diizinkan dimiliki 100% oleh orang asing,
  2. Terbuka untuk FDI secara kondisional biasanya berkaitan dengan kepemilikan atau persentase antara modal asing dan domestik atau
  3. Ditutup untuk FDI, bidang bisnis yang strategis untuk keamanan negara, dilarang oleh hukum atau berbahaya.

Sektor Sektor Investasi Modal Asing

Paket ekonomi baru ini akan merevisi DNI 2016 dengan mengecualikan sejumlah sektor bisnis, yang berarti bahwa mereka akan terbuka untuk investasi asing parsial atau penuh. Dari sektor-sektor ini, 54 sektor dilaporkan akan sepenuhnya terbuka untuk investasi modal asing. Ke-54 sektor yang baru dibuka ini mencakup semua sub sektor pengeboran minyak dan gas lepas pantai, pengeboran dan survei panas bumi, penyedia layanan konten, pembangkit listrik> 10 MW, industri farmasi obat bebas, layanan akses internet, internet dan ritel berbasis pos perdagangan, peralatan medis tipe B, C dan D, industri Rokok (rokok kretek, rokok putih, industri rokok lainnya), penyedia jaringan Telekomunikasi (tetap dan bergerak), perdagangan eceran berbasis internet dan pos, galeri seni dan gedung pertunjukan seni.

Persyaratan Modal

Setiap investor asing yang memutuskan untuk berinvestasi di bidang bisnis tertentu di Indonesia, harus melihat lebih dekat pada Daftar Investasi Negatif (revisi terbaru melalui Peraturan Presiden No. 44/2016). Jika sektor ini membutuhkan kepemilikan domestik parsial, investor asing memerlukan kepemilikan domestik parsial. Investor asing harus mematuhi persyaratan minimum yaitu Rp10 miliar atau nilai yang setara dalam dolar AS. Pemerintah Indonesia menetapkan persyaratan tinggi untuk menarik perusahaan dan investor skala besar, sambil melindungi bisnis lokal yang berukuran lebih kecil. Modal disetor umumnya ditetapkan sebesar 25% dari persyaratan modal minimum (karenanya Rp 2,5 miliar). Dalam industri (padat modal) tertentu, persyaratan modal disetor lebih tinggi.

Modal minimum investasi harus dipenuhi oleh investor asing pada tahun berikutnya setelah investor menerima Izin Usaha. Alih-alih itu, Investor dilarang untuk merancang perjanjian bisnis atau pernyataan yang menyatakan bahwa kepemilikan saham dalam perseroan terbatas untuk dan atas nama orang lain.

Demikianlah informasi mengenai Investasi di Indonesia, semoga dapat bermanfaat.

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut mengenai pengurusan ijin dan legalitas perusahaan asing silahkan kunjungi website kami di Jasaparalegal

JasaParalegal, your executive legal assistant.

Baca juga artikel lainnya, disini

Share This