Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) merupakan salah satu organ perusahaan selain Direksi dan Dewan Komisaris yang memiliki kewenangan eksklusif yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris sesuai dengan hukum dan Anggaran Dasar Perusahaan.

Pada praktiknya, RUPS adalah forum yang dimana setiap shareholders memiliki kewenangan untuk memperoleh keterangan mengenai operasional perseroan dari Direksi dan Dewan Komisaris. Pentingnya RUPS adalah untuk menentukan langkah strategis dan kebijakan dari keberlangsungan usaha perseroan. Mekanisme penyampaian keterangan dan keputusan itu disusun secara teratur dan sistematis sesuai agenda.

RUPS akan berlangsung atas dasar permintaan pemegang saham yang mewakili 1/10 (satu persepuluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara kepada Direksi dengan Surat Tercatat disertai alasannya dan tembusannya disampaikan kepada Dewan Komisaris, kecuali ditentukan lain.

RUPS diadakan tergantung pada urgensi kepentingan Perseroan, misalnya pada saat Perseroan akan menerima kredit dari bank dan membutuhkan persetujuan dari pemegang saham. Maka sebelum RUPS dilaksanakan, Direksi wajib untuk melakukan pemanggilan RUPS dalam jangka waktu paling lambat 15 hari kerja terhitung sejak tanggal permintaan penyelenggaraan RUPS diterima.

Bagaimana peran seorang Paralegal dalam Rapat Umum Pemegang Saham ?

Pentingnya peran paralegal dalam sebuah rapat umum pemegang saham perusahaan diantaranya adalah peran pembantuan dalam :

  1. Melakukan penyimpanan buku catatan perusahaan dan catatan pemegang saham.
  2. Menyusun draft amandemen untuk setiap artikel atau sertifikat pendirian dan rancangan resolusi untuk dewan direksi dan dengan persetujuan pemegang saham sebagaimana memang diperlukan dan disesuaikan dengan keberlangsungan usaha.
  3. Menyusun draft amandemen anggaran rumah tangga dan rancangan resolusi untuk dewan persetujuan direktur dan pemegang saham, sebagaimana memang diperlukan dan disesuaikan dengan keberlangsungan usaha.
  4. Mempersiapkan pemberitahuan bahan surat suara, surat pernyataan, surat kuasa pemegang saham (surat proxy) dan agenda untuk rapat umum pemegang saham tahunan dan rapat umum pemegang saham sirkuler serta surat pemberitahuan kepada notaris
  5. Menyusun laporan dan sumpah hakim pemilihan untuk pemegang saham.
  6. Menyusun risalah rapat umum pemegang saham.
  7. Menyusun laporan tahunan perusahaan, pemberitahuan penggantian pejabat, direksi dan informasi terkait legal concern perusahaan sesuai yuridiksi pendirian perusahaan, dalam hal perusahaan merupakan penanaman modal asing atau perusahaan multinasional.

Paralegal berperan penting untuk membantu peran legal corporate  dalam perusahaan. Paralegal bertanggungjawab untuk setiap peran yang diberikan kepadanya sesuai dengan kode etik dalam perusahaan. Dalam kasus tertentu, paralegal dapat menggantikan peran legal corporate saat menangani rapat umum pemegang saham dalam waktu tertentu.

Demikianlah informasi mengenai peran paralegal dalam tahapan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham bagi kepentingan Perusahaaan, semoga dapat bermanfaat.

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut tentang aspek hukum dalam Rapat Umum Pemegang Saham dan tahapannya silahkan menghubungi team kami di jasaparalegal@gmail.com atau Hotline WA ke 0812-10005154.

JasaParalegal, your executive legal assistant.

Share This