Akta Pendirian Notaris bagi Anak Perusahaan, perlu atau tidak?

Sebelum kita membahas mengenai anak perusahaan, sebaiknya mari kita lihat dulu apa pengertian Perseroan Terbatas atau dikenal dengan istilah Perusahaan dalam bisnis menurut Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”), yaitu:

Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.

Pendirian Perseroan Terbatas (PT) harus dibuat dengan Akta Pendirian Perseroan Terbatas oleh Notaris.

Bertujuan memanfaatkan prinsip limited liability atau pertanggungjawaban terbatas, sebuah perseroan terbatas dapat mendirikan “Perseroan Anak” atau Subsidiary untuk menjalan kan bisnis “Perseroan Induk” atau Parent Company. Hal ini tidak diatur dalam UUPT melainkan pendirian “Perseroan Anak” atau Subsidiary mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 08/M-DAG/PER/2/2017 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 37/M-Dag/Per/9/2007 Tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Perusahaan, dimana pendaftaran anak perusahaan berlaku juga pendaftaran seperti perusahaan induknya sesuai bentuk badan usahanya (dalam hal ini Perseroan Terbatas).

Sehingga jelas bahwa pendirian Perseroan Anak, diperlukan juga untuk dibuat dengan Akta Notaris, terlepas dari apakah jenis bidang usaha Perseroan Anak sama atau berbeda dengan Perseroan Induk.

Membutuhkan bantuan dalam pendirian Perseroan Terbatas dan pengurusan legalitas perijinannya, hubungi kami segera di support@jasaparalegal.com atau hotline 0812-10005154.

Acuan artikel : hukumonline.com

Iklan

Perjanjian yang Sah Menurut Undang-Undang

Sebelum kita membahas apa saja yang harus diperhatikan agar Perjanjian dinyatakan Sah menurut undang-undang, kita lihat dulu apa sebenarnya pengertian Perjanjian itu.

Perjanjian adalah suatu perbuatan ketika satu orang atau lebih mengikatkan diri dengan satu orang lain atau lebih. Pengertian Perjanjian menurut KUHPerdata Pasal 1313 disebutkan bahwa Perjanjian adalah “Suatu perbuatan ketika satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih”. Hal ini berarti perjanjian dijadikan sumber perikatan dari kesepakatan yang terjalin. Pada Pasal 1338 Ayat 1 KUHPerdata dinyatakan, “semua perjanjian dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”.

Lalu, apakah syarat-syarat untuk sahnya sebuah perjanjian? Terdapat empat syarat untuk sahnya sebuah perjanjian menurut Pasal 1320 KUHPerdata, yaitu:

  1. Adanya Pihak yang Mengikatkan Diri
  2. Kelayakan Subjek Hukum untuk Membuat Perjanjian
  3. Terdapat Objek Hukum yang Diatur
  4. Memenuhi Syarat Subjektif dan Objektif

Bermacam-macam kepentingan setiap pihak dalam membuat suatu perjanjian membutuhkan jenis dan bentuk perjanjian yang sesuai dan diatur secara khusus. Bentuk perjanjian secara umum dibedakan menjadi dua bentuk yaitu: perjanjian bawah tangan dan perjanjian notariil.

Perjanjian sebaiknya dituangkan secara tertulis dan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dengan tepat oleh para pihak yang melakukan perjanjian. Karena perjanjian tertulis dapat digunakan sebagai alat bukti dan mencegah terjadinya sengketa atau permasalahan di kemudian hari yang biasa dikenal dengan istilah Wanprestasi.

Bagaimana membuat perjanjian yang sesuai dengan kebutuhan kita? Konsultasikan gratis dengan team kami di support@jasaparalegal.com atau hotline: 0812-10005154

Digital Marketing, teman akrabnya namanya Content

Aturkantorku

Era ekonomi digital sekarang ini, rasa-rasanya sayang banget kalau kita tidak memperhatikan dengan seksama bagaimana kegiatan era digital ini dapat memberikan potensi besar untuk pengembangan bisnis atau usaha kita. Ga hanya untuk bisnis dan usaha lho, era digital juga dapat kita buat untuk membentuk dan menciptakan personal image, branding dan hal-hal positif lainnya yang bermanfaat untuk di bagikan. Untuk kepentingan jualan atau menambah omset, digital marketing itu sangat valuable karena hingga saat ini masih relatif terjangkau “High Impact, but Low Cost” sayangnya kebanyakan digital marketer, well, mostly my clients, itu belum kenalan sama teman akrabnya digital marketing yang namanya CONTENT.

Beberapa kali ketemu calon klien, yang minta di review program marketing and promotions mereka. Kadang suka kasian juga sih, apalagi saat mereka info berapa total biaya yang sudah dikeluarkan untuk beriklan di internet, dan harganya sungguh sangat mahal sekali, dan hasilnya TETAP kurang EFEKTIF.

pexels-photo-262438

Menggunakan media digital sebagai salah satu platform untuk program marketing and promotions bisnis atau usaha, itu akan menjadi high bugdet, jika tidak memperhatikan CONTENT yang sesuai dengan business plan dan business process produk atau jasa yang mau kita jual atau informasikan ke masyarakat.

Saran saya, untuk beriklan atau menjalankan program marketing and promotions di internet, perhatikan hal penting berikut ini:

  1. Diskusikan business plan dan business process produk atau jasa yang akan diiklankan, kalau bingung konsultasikan dengan konsultan bisnis.
  2. Content atau materi iklan yang dibuat untuk diiklankan harus sesuai dengan business plan dan process produk atau jasa yang mau diinformasikan ke calon pembeli
  3. Pilih platform beriklan yang tepat yang sesuai dengan business plan. Karena tidak semua produk yang mau dijual, cocok untuk diiklankan, misalnya di Instagram Ads, atau di Facebook Ads, atau bahkan Youtube Ads. Semuanya harus melihat dengan tepat arah dan tujuan beriklan selain untuk memperoleh pembeli.
  4. Tetapkan budget digital marketing dengan tepat. Kurang tepat kalau ingin semurah-murahnya, tetapi target penjualannya diatas 2 Milyar hehehhe.. At least buat budget marketing max. 30% dari laba bersih tahun sebelumnya, dan khusus untuk program digital marketing tempatkan minimal 15% dari budget total marketing.
  5. Konsultasikan dan komunikasikan dengan team yang ada, goal utama untuk beriklan dengan digital marketing, apakah untuk selling atau untuk awareness, atau malah hanya untuk sekedar perkenalan saja. Libatkan anggota team untuk sama-sama berpikir kreatif untuk hal ini.
  6. Content tidak selalu harus gambar, foto, animasi, dsbnya, content juga bisa berbentuk tulisan yang tepat untuk mendeskripsikan apa tujuan beriklan melalui digital marketing.

Semoga bermanfaat yah….
Ngobrol-ngobrol bareng soal ini, at LINE @catherine.ary 🙂