From My Best Experience, Begini Caranya Tentukan Harga Jasa Kamu Biar Ga Ditawar Habis-habisan sama Calon Klien

Pernah ga sih kalian yang udah punya bisnis / usaha sendiri di bidang jasa (ga jadi pegawai lagi maksudnya…) coba membuat catatan atau memo berapa jumlah Surat Penawaran (bahasa kerennya Offering Letter atau Engagement Letter) yang kalian udah sempat kirim ke Klien, tapi pas Kliennya baca langsung nawar habis-habisan, atau malah ga lagi mau hubungin kita untuk diskusiin Surat Penawaran kita itu.. Buat saya sih, kalau bisnis / usaha kita ini memang sudah memberikan pendapatan yang lebih dari target rata-rata yang kita mau capai setiap bulan, ya gapapa  juga sih si calon Klien ini kita ga follow up lagi. Tapi kalau bisnis/usaha kita, masih dalam tahap merintis mungkin usia 1-3 tahun, rasanya sih sayang banget ya kalau banyak Surat Penawaran kita ga gooll (alias ga berhasil deal), apalagi bidang bisnis / usaha kita dibidang jasa. Ini agak rada-rada unik cara menentukan harga yang mau kita tawarin, ataupun harga yang mungkin bakalan sesuai dengan yang dapat disetujui oleh calon Klien. Cath_0075

Dari pengalaman pribadi saya sejak dulu masih jadi pegawai tetap sampai sekarang sudah punya usaha sendiri di bidang jasa, ternyata kita tuh perlu benar-benar memikirkan surat penawaran atau proposal yang mau kita kasi ke Klien kita, dengan tujuan surat penawaran itu bisa sesuai dan memenuhi harapan calon Klien dan akhirnya bisa deal untuk pakai jasa kita.

Basicnya usaha jasa sebenarnya adalah kerjasama antara Klien dengan kita sebagai pemberi jasa. Jadi harusnya ada mutual relationship yang perlu jadi pertimbangan awal sebelum kita mengirimkan surat penawaran sehingga bisa deal dengan Klien untuk menggunakan jasa kita. Beberapa hal ini rasanya perlu menjadi pertimbangan kita dalam menyusun atau menentukan harga jasa yang akan kita berikan ke calon Klien.

  1. Kenali dulu dengan jelas tipe calon Klien, apakah tipenya mau cepat beres, tipenya ringkas, tipenya ga ribet, atau malah kebalikannya;
  2. Kenali bidang usaha/bisnis calon Klien, apakah calon Klien ini adalah pedagang, pebisnis, orang professional seperti Dokter atau Konsultan, ataupun perusahaan berskala nasional bahkan multinasional, atau malah perusahaan asing (treatment ke tiap-tiap Klien itu beda-beda);
  3. Pahami betul bentuk jasa yang mereka inginkan dari kita dan apa hasil akhir yang mereka harapkan, kira-kira bagaimana kemampuan mereka memberi penghargaan ke kita atas jasa yang akan kita berikan nanti dan cara kita memenuhi hasil akhir yang Klien inginkan;
  4. Khusus untuk yang masih merintis usaha/bisnis di bidang jasa, baiknya harga kita jangan terlalu tinggi mengikuti harga rata-rata pemberi jasa yang sama dengan kita, karena gimana pun, namanya juga kita masih merintis, yang lebih penting adalah membangun long-term relationship dengan calon Klien, jadi si Klien bisa sering-sering menggunakan jasa kita dan order ke kita, jadi kita punya income yang rutin dari 1 Klien, tapi dalam hubungan yang tetap mengutamakan Profesionalitas yahh… Harga murah, bukan berarti kemurahan juga. Yang pasti harganya wajar dan sesuai.
  5. Surat penawaran sebaiknya menggunakan gaya bahasa yang singkat padat dan jelas, sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca. Biasanya Klien duluan akan melihat bagian harga yang kita tawarin daripada bagian ruang lingkup / scope of work kerjaan kita;
  6. Trus sebaiknya sih, kita ga pelit ilmu. Ya kalau dalam saat melaksanakan pemberian jasa, kita jangan terlalu kaku dan terpaku hanya pada ruang lingkup pekerjaan yang sudah disepakati saja. Selama masih dalam batas kewajaran, boleh juga sih kita kasi bonus konsultasi atau jasa-jasa yang ga terlalu sulit untuk kita kerjain, selama itu tidak mengeluarkan biaya diluar biaya jasa kita.
  7. Kemampuan meng-analisa siapa dan bagaimana Klien kita, penting juga lho diperhatikan dalam menentukan harga yang mau kita tawarin, biar kerjaan yang udah di depan mata ga lepas, artinya kerjaan itu bisa jadi rejeki kita dan bermanfaat buat kita juga buat Klien.

Selama saya punya usaha sendiri, saya menjalankan step-step diatas dalam membuat surat penawaran, dan Thank God, biarpun secara value belum terlalu kelihatan hasilnya, tapi mostly surat penawaran yang kantor saya kirimkan, jarang gagal, jadi stabilitas keuangan kantor saya, so far so good… hehehhehe..

Nah, semoga step-step diatas bisa membantu memberikan gambaran gimana caranya agar surat penawaran yang kita kirimkan tepat sasaran dan bisa berhasil memberikan value sesuai harapan kita dalam memberikan jasa ke Klien.

Good luck with your business yaa…. J

Buat kalian yang mau diskusi atau ngobrol-ngobrol soal ini, yuk email ke catherine@easyhelps.net atau add line id catherine.ary

Iklan

Pentingnya Pendaftaran Merek Dagang untuk StartUp Bisnis

Hai readers, selamat melaksanakan Ibadah Puasa ya bagi readers yang beragama Muslim. Semoga tahun ini ibadah puasanya bisa full dan amal ibadahnya berkenan pada Allah SWT.. FunWorking

Artikel saya kali ini ingin sedikit membahas mengenai StartUp Bisnis yang saat ini sedang booming di Indonesia khususnya Jakarta. Tapi saya tidak akan banyak membahas apa itu StartUp Bisnis, karena sudah sangat banyak artikel mengenai ini di internet.

Kali ini saya mau sedikit sharing mengenai apa pentingnya pendaftaran Merek Dagang untuk StartUp Bisnis, dan kira-kira bagian mana yang perlu didaftarkan.

Singkat kata: Dengan mendaftarkan merek dagang milik kita, tidak ada pihak lain dapat menggunakannya tanpa ijin. Sebagai contoh, coba bayangkan apa jadinya jika tiba-tiba nama yang sudah se-terkenal GOJEK dipakai oleh perusahaan penyalur tenaga kerja, yang jelas-jelas berbeda bidang usaha dengan GOJEK, tetapi menggunakan nama GOJEK hanya untuk mendompleng ketenaran merek/brand GOJEK yang sudah terkenal. Rugi deh si pemilik sah merek GOJEK. Nama mereknya di dompleng oleh orang lain tanpa ijin. Fyi, banyak banget lho kasus seperti ini sering terjadi, dan tidak kecil biaya yang perlu dikeluarkan untuk mengatasi masalah ini. Nah, karena itu merek dagang kita perlu didaftarin.

Membahas lebih lanjut mengenai pentingnya pendaftaran merek dagang untuk StartUp Bisnis dan apa saja yang kira-kira bisa didaftarkan, yuk, baca lanjutan artikel ini.

Sebelum itu, berikut ini kira-kira pengertian StartUp Bisnis yang saya simpulkan dari bermacam-macam artikel di Internet. Pengertian dan istilah Startup Bisnis diartikan sebagai perusahaan baru yang sedang dikembangkan, dengan menggunakan sistem teknologi berbasis internet dan komputer dalam pelaksanaan bisnisnya serta melaksanakan proses digital atau internet marketing untuk pengembangan bisnisnya, dimana jika fokus dapat menjadi sebuah bisnis berskala besar. Beberapa contoh StartUp Bisnis yang berhasil yaitu GOJEK, Bukalapak, dsbnya.

Lalu sekarang, apa perlunya StartUp Bisnis mendaftarkan merek dagangnya?

Sama halnya dengan kita memiliki tanah/property, usaha / bisnis baik di bidang jasa maupun perdagangan merupakan ASET milik kita. Karena ini adalah ASET, maka patut kita jaga dan lindungi.

Contoh: Kita memiliki tanah/property, tapi kita tidak punya dokumen bukti legalitas bahwa tanah tersebut adalah milik kita, sehingga suatu hari ada orang lain yang meng-klaim tanah itu miliknya, kita tidak mempunyai kemampuan apapun untuk mengakui tanah itu adalah milik kita, karena kita tidak punya bukti legalitas.

Sama seperti aset tanah/property perlu memiliki dokumen legalitas untuk memastikan bahwa aset tersebut adalah milik kita, usaha / bisnis kita pun perlu mempunyai suatu identitas dan legalitas yang jelas dan sah sehingga dapat terbukti nyata bahwa usaha / bisnis tersebut adalah sah milik kita.

Kemudian muncul pertanyaan: Saya sudah memiliki legalitas untuk usaha / bisnis saya yaitu saya sudah mendirikan perusahaan berbadan hukum misalnya Perseroan Terbatas (PT) dan sudah memiliki Surat Keputusan pendirian PT dari Kementerian Hukum dan HAM, apakah masih perlu juga mendaftarkan merek dagang?

Jawabannya: Pasti masih perlu, karena yang didaftarkan untuk Merek Dagang adalah nama dari produk / jasa yang kita jual.

Contoh: Nama produk/jasa kita adalah Restaurant “BURGER ENAK” dan nama perusahaan kita adalah PT Makan Minum Enak Indonesia, nah yang kita perlu daftarkan mereknya adalah “BURGER ENAK” didaftarkan sebagai milik dari PT Makan Minum Enak Indonesia.

Jika suatu hari ada pihak yang bukan merupakan bagian dari PT Makan Minum Enak Indonesia tiba-tiba membuka suatu restaurant dengan nama “BURGER ENAK”, PT Makan Minum Enak Indonesia dapat memberi peringatan kepada pihak tersebut untuk tidak menggunakan nama itu, karena nama “BURGER ENAK” telah didaftarkan oleh PT Makan Minum Enak Indonesia di Ditjen Kekayaan Intelektual sebagai miliknya.

Apakah pendaftaran merek dagang bisa dilakukan atas nama orang pribadi? Yess, tentu saja bisa. Jadi mendaftarkan merek dagang tidak hanya oleh badan hukum semacam PT atau CV saja, tetapi orang pribadi pun bisa.

“Pasal 3 Undang-Undang Merek No.15 tahun 2001 disebutkan bahwa hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya”.

Jelas banget kan bunyi pasal itu, merek yang kita daftarkan adalah milik eksklusif pendaftar, dan hanya kita yang dapat menggunakan merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Jadi dengan didaftarkan, tidak sembarangan orang boleh menggunakannya.

StartUp Bisnis yang saat ini sangat merajai dunia digital / internet marketing dan sebagian besar perusahaan StartUp ini berhasil dalam melaksanakan bisnisnya, banyak yang belum sadar atas pentingnya pendaftaran merek. Padahal dunia digital sangat luas dan rata-rata adalah industri kreatif seperti desain gambar, desain logo, portofolio, foto-foto, musik, lagu, suara-suara, dsbnya, semuanya ini dapat didaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya, bahkan bisa saja bukan hanya Merek dagang tetapi juga hak Cipta ataupun Paten.

Untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai apa saja yang perlu ataupun tidak perlu didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual-nya untuk bidang usaha / bisnis kita agar tidak salah daftar, kalian dapat berkonsultasi dengan Konsultan HKI, ataupun bisa langsung ke kantor Ditjen Kekayaan Intelektual di Jakarta.

Biaya pendaftaran tidak mahal dan sangat terjangkau jika dibandingkan dengan biaya kerugian yang mungkin timbul jika kita tidak mendaftarkan merek dagang usaha / bisnis milik kita, apalagi usaha / bisnis tersebut punya potensi besar untuk berkembang menjadi sumber penghasilan jangka panjang.

So, pemilik StartUp Bisnis, saran ku, sebaiknya cepat-cepat berkonsultasi dengan mereka yang expert di bidang perlindungan merek dagang ini, jadi usaha / bisnis yang sudah susah payah kalian rintis dapat dilindungi oleh Negara.

Semoga artikel ini bermanfaat yaaa… mau ngobrol atau diskusi dengan saya mengenai hal ini? yuk, email ke catherine@easyhelps.net atau via LINE id: catherine.ary 🙂

Is Document Management Important for Law Firm?

A law firm, either partnership or individual, is one of the service industries that has recently been popping up in Indonesia, especially in Jakarta. Many young advocates compete by establishing law offices for the purpose of contributing to their personal careers and to Indonesia by defending every citizen whose human rights are being neglected. Catherine7

The lengthy handling of a defense, and the lengthy course to achieve the maximum expected result to provide the best defense to one or more citizens certainly require energy and ideas. Such energy and ideas are poured into writing on a piece of paper to provide clarification, explanation and breakdown on matters that need to be stated, to give the impression of CERTAINTY to the readers.

This writing activity is the routine activity of an advocate in providing the best defense for each of his clients.

Many articles, documents, law references, jurisprudence, legal provisions are used to draft a written defense, so it is not possible for an advocate to avoid the piling of documents and papers. If this piling of documents and papers is not managed well from the beginning, there will be a big problem in the future because the management of documents and paper is no longer easily resolved.

This often happens, because usually when we start a business, we will be more focused on how to develop such business to produce sufficient income to cover costs and other needs, so the management of documents seems less important. But in fact, if the management of documents is applied from the beginning, business goals will certainly be achieved accordingly because there is no need to waste time and energy to look for an important document that is useful for the Client’s defense.

The following are some disadvantages if you do not pay attention to the management of your documents:

  • Large amount of time required to find a document, especially if such document is the Client’s original document, an important document to be the attached evidence of the defense, financial report, etc.;
  • Limited storage space, documents keep on piling;
  • Costs to hire a special staff only to manage documents; and so forth.

“When your business deals with a large number of written records, then the most expensive part of filing and retrieving work would be the time it takes a person to do that very  task. Imagine a system that could significantly reduce the wasted hours spent on searching and retrieving your important documents.”

What kind of filing system is suitable for a Law Firm?

Basically, the purpose of a filing system is to make it easier for everyone to QUICKLY find an important document.

Before determining the suitable filing system for a Law Firm, first we must find out the needs and corporate culture of such law firm, the areas of practice of such law firm, and so forth. The following is some guidance to determine the required filing system:

  1. Think about your general habit if you look for something. For example, you are used to asking your staff about a book’s title, rather than the name of its author. You should use the filing system by subject by arranging them in alphabetical order from A to Z.
  2. How such filing system can be easily used by all parts of the company. This is important because when you need to add or reduce the number of staffs, you do not have to spend a large amount of time to provide your staff with explanation and training, because your filing system can be easily used and understood by other people
  3. Determine the areas of practice of your law firm, whether you will be more focused as a Corporate Law Firm or a Litigation Law Firm because there are clearly different filing systems that are suitable for a corporate law firm and a litigation law firm.

A litigation law firm usually requires a filing system that is suitable for a company that has documents in large numbers because the trials in court could take 6 months up to 3 years to complete, and the documents will certainly be in large numbers. Meanwhile, a corporate law firm usually only spend 3 months up to 2 years to provide clients with legal consultation. How you are going to handle the storage of corporate documents. If they are stored in hardcopies, you should prepare adequate rooms and spaces to store all the documents in hardcopies, or if you prefer to store them in softcopies, you should prepare adequate computers to store all your documents in softcopies.

“It is very important to establish an efficient filing system and document management which is suitable for your business”

Here are some tips to manage your documents:

  • Avoid saving unnecessary documents – Don’t make a habit of saving everything that finds its way to you. Take a few seconds to glance through the content, and save a file only if it’s relevant to your work activity. Having too many unnecessary documents adds to clutter and makes it harder to find things in the future. Be selective about what you keep.
  • Follow a consistent method for naming your files and folders –For instance, divide a main folder into subfolders for clients, partners, and co-workers, etc. Give shortened names to identify what or whom the folders relate to. What’s more, you can even give a different appearance or look to different categories of folders – this can make it easy to tell them apart at first glance.
  • Store related documents together, whatever their type –For example, financial reports, letters, presentation notes, spreadsheets, and graphics related to a particular cases in a single folder – rather than having one folder for presentations for all cases, another folder for spreadsheets for all cases, and so forth. This way, it’s much quicker to find documents for a particular cases.
  • Separate ongoing work from completed work –Some people prefer to keep current or ongoing work on their desk until a job is completed. Then, once it’s done, they move it to the appropriate location, where files of the same category are stored. At periodic intervals (for example, weekly or every two weeks), move files you’re no longer working on to the folders where your completed work is stored.
  • Avoid overfilling folders –If you have a large number of files in one folder, or a large number of subfolders in a main folder, break them into smaller groups (subfolders or sub-subfolders). The idea is to place every file into a logical folder or subfolder, rather than have one huge list of files. Having said this, there is usually little point in creating a folder for fewer than about five documents.
  • Make digital copies of paper documents with a scanner– This is useful if you don’t have much space to store paper documents, or if you want to archive documents without destroying them completely. (This won’t be appropriate for all types of documents, for example, with legal contracts or documents with original signatures. So use your best judgment here.)

“For any system to be useful and effective, it must also be convenient for you. Spending precious time looking for documents can take the pleasure out of any kind of creative work you might be doing, and it adds to your stress levels as well. To some extent, this depends on the nature of your business or the work that you do. So, although there’s no “one size fits all” solution to file management, you will likely profit by using some of these file management tips, and by customizing them in a way that best serves your own needs. Simple good file management habits can hugely simplify your working life.”

Who is responsible for managing, arranging and paying attention to the document filing system?

Basically a company will advance and develop if there is a sense of belonging from every personnel in the company, from the lowest level to the highest level, including the company’s owner. The same applies to a law office. All parts of the law office are fully responsible for managing and paying attention to the documents and implementing the filing system that has been determined.

“A good filing system requires continuous handling, so that when needed, the data or information can be found immediately. A complete and orderly archive is the initial step towards an orderly administration. A good administration is the reflection and key for a company’s success”

Good Luck with your Filing Management.

 

If you need help arranging your filing, just drop an email to mail@easyhelps.net and find your answer.