Being a business owner? Can I?

Kira-kira gimana ya?Cath31

  • Saya mau mulai usaha, tapi kuatir tidak ada pembeli atau customernya, atau
  • Saya sudah punya usaha, tapi kenapa ya kok income-nya segitu-gitu aja? atau
  • Saya sudah punya usaha punya pegawai lebih dari 5 orang, dengan pegawai tersebut saya ngerasa usaha saya udah jalan, tapi kok pegawai saya sering gonta-ganti, masa kerjanya ga panjang (turnover pegawai tinggi banget), saya capek ngomel melulu ke pegawai, malah di cap boss rewel nantinya sama pegawai, atau
  • Saya udah punya usaha udah jalan sekitar 3 tahun tapi kok ga kelihatan laba nya kemana? atau
  • Saya belum punya usaha, tetapi udah punya niat untuk buka usaha, cuman bingung mau usaha apa yang modalnya kecil tapi bisa untung besar.

pertanyaan-pertanyaan diatas sering muncul di pikiran kita, terutama bagi yang udah ada niat mau punya usaha bisnis sendiri (bahasa kerennya jadi Entrepreneur). Apa sih sebenarnya inti dari semua pertanyaan itu? Berbicara mengenai mendirikan atau menjalankan suatu bisnis atau usaha, berarti berbicara NIAT, TEKAD dan KERJA KERAS, kalo dulu boss eijk sering cerita kalau dia bangun usahanya dengan SWEAT, TEARS and TOIL (keringat, airmata dan kerja keras).

Well, memang sih mau jadi Business Owner, tantangannya cukup berat, apalagi kalau udah pengen buanggeett dirikan usaha sendiri, tapi modal ga cukup, duit pas-pas-an, sedangkan untuk biaya hidup masih banyak cicilan, buanyak biaya tetap yang kayaknya ga mungkin bisa setup usaha sendiri kalau ga ada modal yang cukup untuk cover biaya hidup (fixed cost).

Tapi, kalo kata Om Mario Teguh, “Keberuntungan berpihak kepada yang berupaya, bukan kepada yang hanya menunggu, Sudahlah jangan hanya diam, bertindaklah!” Hehehee… keren yak om Mario Teguh ini. Tuh,, bertindaklah! Jadi kalau pengen jadi business owner, kudu bertindak, jangan hanya NATO (no action talk only), banyak rencana tapi ga ada yang bener-bener dijalanin 😛  So, semangatttttt…

Oya, 1 hal lagi, jadi business owner tuh ga selalu harus punya bisnis/usaha yang langsung mewah-wah-wah-wah,, kantor di kawasan bisnis dan gedung bertingkat punya pegawai buanyak dan mobil keren tapi ujung-ujungnya kesulitan sama cash flow dan keuangan. Walaupun hanya jualan roti bakar / mie ayam selama usaha itu punya kita sendiri ya itu namanya kita udah jadi Business Owner / Entrepreneur hehehhhehee…

Berikut beberapa hal yang mutlak diperlukan untuuk kalian yang ingin membangun suatu usaha:

  1. Pilih jenis usaha yang sesuai kemampuan dan kesukaan kalian, jangan karena melihat orang lain jadi kalian ikut-ikutan memilih usaha itu, hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan nantinya. Tidak semua usaha perlu modal besar, ada juga usaha yang modalnya kecil. Salah satu contoh, bisnis jual pulsa handphone, jadi reseller baju online, jual tiket pesawat online, dsbnya.
  2. Kuasai dengan benar bidang usaha yang kalian pilih, jika memilih usaha di bidang jasa, pastikan kalian memang bisa memberikan jasa kepada Klien / customer dengan maksimal, terutama kita harus memiliki jiwa membantu “helpful”. Jika memilih usaha dibidang perdagangan, pastikan barang yang kita jual memiliki keunikan tersendiri dari barang-barang lain yang sejenis yang telah beredar dipasaran. Ga harus selalu murah berarti pasti laku, bisa aja kalo barang dagangannya unik dijual dengan harga agak mahal-pun pasti bisa laku.
  3. Bangun image usaha kita perlahan-lahan mulai dari keluarga, teman terdekat, tetangga, kawan-kawan di sosial media, beri perkenalan kepada mereka bahwa kalian kini telah memiliki usaha sendiri dan karenanya berharap jika ada diantara mereka yang membutuhkan dapat menghubungi kita. Buat kartu nama dan jangan segan berikan pada mereka.
  4. Jika kalian sudah mulai melihat image brand kalian mulai dikenal, segera daftarkan usaha anda agar menjadi legal / sah. Hal ini dapat membangun kepercayaan Klien / customer kepada anda. Pendaftaran usaha bisa dimulai dari mendirikan badan usaha berbentuk PT atau CV, tergantung kemampuan modal yang disetorkan untuk usaha ini, kemudian daftarkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) brand kalian, jangan anggap sepele pendaftaran HKI, sayang lho kalau image brand yang kalian bangun malah ditiru orang. Untuk pendaftaran badan usaha atau pendaftaran HKI anda bisa coba hubungi Hariman Intellectual Property, website mereka hariman-ip.com atau bisa langsung via email ke hariman@hariman-ip.com. Mereka ini perusahaan jasa pendaftaran HKI yang punya sistem one-stop servis khusus bidang HKI. Harga dijamin terjangkau, terutama bagi kalian yang baru mau memulai bisnis dan memiliki modal minim.
  5. Jika usaha atau bisnis kalian sudah mulai berjalan, segera susun suatu business process dan Standard Operating Procedure (SOP), ini dapat mempermudah kalian untuk menjalankan bisnis secara autopilot. Jadi kalian hanya perlu fokus pada bagaimana mendatangkan Klien / customer dan mencapai income maksimal karena usahanya sudah berjalan autopilot. Penyusunan business process dan SOP dapat membantu kalian memahami bisnis lebih dalam, dapat memberikan gambaran jelas atas laba-rugi bisnis, performance pegawai, perkembangan bisnis, dan lain sebagainya. Untuk penyusunan business process dan SOP, kalian dapat menghubungi kantor saya, EasyHelps. Sama seperti Hariman & Co, EasyHelps pun menyediakan jasa one-stop servis untuk mempermudah Klien menjalankan bisnis atau usahanya. Websitenya easyhelps.co.id atau email mail@easyhelps.net. Biaya jasa EasyHelps pun sangat sesuai untuk kalian yang memiliki modal minim.
  6. Miliki koneksi dan bangun ikatan yang kuat dengan calon Klien / customer. Beri perhatian dan keseriusan dalam memberikan bantuan yang diperlukan. Jika kalian memiliki usaha jasa, pendekatan secara emosional dengan Klien akan membangun long-term relationship secara professional dengan Klien.
  7. Berdoa dan minta restu orang tua, karena setelah sudah bekerja, kita pun sangat perlu untuk berdoa dan minta orang tua merestui setiap usaha kita. Agar usahanya bisa berjalan stabil bahkan lebih berkembang.
  8. Sisihkan sebagian dari laba usaha untuk orang lain. Yang paling penting dan utama adalah untuk pegawai kita, tidak hanya dalam bentuk gaji rutin per bulan, tapi berikan bonus atau pujian sebagai penyemangat. Sadarilah, jika usaha kita berkembang itu tidak lepas dari doa dan kinerja yang pegawai kita berikan. Biarpun ada pegawai yang kurang perform, tetap saja beri apresiasi yang cukup padanya. Berbagi tidak ada salahnya. Lalu setelah berbagi pada pegawai, berbagilah kepada orang lain yang kurang beruntung, doa orang-orang tersebut membantu anda juga lho.
  9. Minta saran dan kritik yang membangun dari Klien / customer, teman atau pegawai. Agar usaha tetap bisa berjalan dinamis mengikuti perkembangan dunia.
  10. Terbuka atas segala sesuatu perubahan yang baik. Jangan old fashioned yaaaa, suatu usaha bisa lebih maju jika pikiran pemiliknya terbuka atas perubahan.

 

“The biggest adventure you can ever take is to Live the Life of Your Dreams” ~Oprah Winfrey~

Good Luck everyone……. 🙂

Iklan

Hang on, are you telling me it’s not need to be expensive?

Pasti deh ada yang pernah berpikir seperti ini: SOP penting sih, tapi kalau  mau buat SOP pakai Konsultan, pasti deh perlu biaya GEDE 😦

Hellow reader… mungkin ada nih dari para reader sekalian yang sedang pusing mau beresin sistem manajemen di kantornya, atau lagi mau susun sistem agar bisa jalanin usaha / bisnis biar bisa autopilot. Udah kepikiran sih harus bikin Standard Operating Procedures (SOP), tapi gimana ya cara bikin yang benar dan sesuai dengan business process kantor ? Kalau mau ngikutin contoh jenis-jenis SOP yang ada di internet ataupun di buku-buku yang dijual di toko-toko buku, rasanya masih ada aja yang kurang pas dan ga sesuai dengan yang diinginkan.. Hehehe, perasaan-perasaan yang seperti itu tuh yang sering kita dapetin dari Klien-klien kita.

Sebelum akhirnya si calon Klien mutusin gunakan jasa konsultan SOP, mereka pasti punya pikiran-pikiran seperti diatas. Ada yang sama sekali bingung gimana caranya bikin SOP, ada yang bisa bikin SOP tapi ngerasa kurang pas, ada yang udah bikin tapi ga tau gimana cara terapin SOP itu, ada yang udah tau cara terapin SOP tapi ga ada sistem kontrol yang benar untuk mengukur keberhasilan SOP yang udah diterapin, ada juga yang bener-bener serius mau bikin SOP tapi kuatir harus sediakan budget GEDE untuk biaya jasa konsultan SOP nya.

MobileActivities

Bicara budget yang pasti merupakan faktor utama dan terpenting untuk memutuskan menggunakan jasa konsultan memang harus diperhitungkan dengan baik dan bijaksana. Sebelum menggunakan jasa konsultan dan mengeluarkan biaya harus dulu dipikirkan baik-baik apa tujuan utama kantor atau usaha kita sehingga memerlukan SOP. Idealnya dalam sebuah kantor / usaha bisnis, tujuan adanya SOP adalah sebagai arahan (guidance) dalam melaksanakan suatu proses bisnis sehingga dalam menjalankan bisnis tersebut, para pelaksana dapat bekerja secara maksimal walaupun dengan Supervisi yang minimum dari Pimpinan atau pemilik (owner) kantor tersebut. SOP pun mampu menjadi suatu tolak ukur proses penilaian kinerja (performance evaluation) tidak hanya untuk menilai kinerja para pegawai, juga mampu menilai keberhasilan suatu kantor / usaha bisnis yang kita miliki.

Tapi kan bisnis itu dinamis, jika kantor / usaha bisnis saya menggunakan SOP, bisa-bisa nanti SOP itu ga bisa mengikuti perkembangan bisnis yang dinamis yang sering sekali mengalami perubahan ini. Trus, SOP milik kantor / usaha bisnis saya, jadi tidak berguna dong. Pemikiran seperti ini pastinya bisa muncul di pikiran para pimpinan perusahaan / pemilik bisnis (business owner), singkat kata, Bisnis itu Dinamis, maka SOP pun harus Dinamis mengikuti perkembangan bisnis.

Jadi, jika ada diantara para reader sekalian yang sedang memerlukan bantuan dalam penyusunan SOP kantor / usaha miliknya dan merasa memerlukan konsultan SOP, yang perlu diperhatikan adalah

  • tetapkan dulu tujuan penyusunan SOP, karena SOP itu diperlukan untuk pengembangan usaha/ perbaikan sistem di kantor, jadi tujuannya harus benar-benar jelas dulu sehingga semua personil yang ada, bersedia bekerjasama untuk menyusun SOP itu;
  • siapkan budget yang dianggap mampu;
  • cari konsultan yang mampu membantu proses penyusunan SOP yang sesuai dengan yang diharapkan dan mampu memberikan jasa konsultan yang baik sesuai budget yang ditetapkan (maksudnya : ga terlalu mahal… Hehehe);
  • trus yang harus diperhatikan adalah SOP disusun agar keseluruhan proses bisnis dapat berjalan secara autopilot, meskipun pimpinan / pemilik bisnis sedang cuti ataupun melakukan hal-hal yang lain, proses bisnis WAJIB dan KUDU tetap harus terus berjalan, so, susun SOP jangan terlalu ribet yang sulit dimengerti dan dikerjakan oleh pegawai pelaksana. Kalau SOP-nya ribet, sudah pasti SOP itu bakalan jadi guidance yang tersimpan rapih di dalam order di lemari file Board of Director, karena susah memberikan pemahaman ke pegawai pelaksana hehehehe…

Nah reader, segitu dulu ya info-info nya. By the way, budget untuk jasa konsultan SOP ga selalu harus GEDE dan mahal, ada kok konsultan SOP yang mampu memberikan jasa penyusunan SOP dengan menyesuaikan budget yang kita miliki.

Eitss sebelum menutup artikel ini, kalau dari reader sekalian ada yang bertanya, kapan sih waktu yang tepat untuk menyusun SOP? Jawabannya: ya se-segera mungkin, jadi se-segera mungkin juga proses bisnis yang ada bisa berjalan autopilot dan se-segera mungkin juga bisa merasakan kemudahan dan manfaat yang diberikan dengan adanya SOP. So… be smart yaaaaaa, we wish you all the best…

 

Oya, ada quote bagus nih:

“Executive ability is deciding quickly and getting somebody else to do the work” By. John G. Pollard

 

Feel free to chat with me if you find this article is interesting. Contact me through email at catherine@easyhelps.net or Line catherine.ary