Penilaian Kinerja dalam Kantor Hukum

Pekerjaan berat seorang Lawyer adalah membela kepentingan Klien nya dalam memperoleh hak Klien seadil-adilnya. Fokus, teliti, berwawasan luas, memiliki banyak pengetahuan, mampu menyusun strategi, taktik, dan kemampuan menganalisa wajib dimiliki oleh seorang lawyer untuk membela keseluruhan kepentingan Kliennya.

Akan tetapi apakah tolak ukur dari kesuksesan seorang lawyer? apakah hanya dinilai dari kemampuan memenangkan perkara hukum yang ditanganinya, atau pada berapa banyak harta finansial yang dimiliki? Jaman sekarang ini, terutama di Negara Indonesia dimana tidak ada kepastian hukum yang jelas, menjadi lawyer ataupun mendirikan sebuah kantor Hukum merupakan suatu cara untuk dapat memiliki kehidupan sosial yang baik. Tapi apakah semata hanya untuk tujuan itu?

Menjamurnya kantor-kantor hukum baru menjadikan bisnis mendirikan kantor hukum menjadi semakin ketat. Persaingan kuat tidak dapat dihindari. Bahkan banyak kantor-kantor hukum sekarang ini tidak lagi berorientasi pada hasil atau output jasa hukumnya, tetapi fokus pada angka finansial yang dihasilkan.

Bagaimanakah menilai kualitas atas output tersebut?

Salah satu jalannya adalah dengan mengadakan penilaian kinerja, tidak hanya penilaian kinerja seluruh pegawai yang bekerja pada kantor hukum tersebut, tetapi juga diperlukan penilaian kinerja atas manajemen kantor hukum tersebut. Karena bagaimanapun hasil atau output yang dihasilkan berkaitan dengan seluruh bagian yang ada pada sebuah kantor hukum.

Apa yang menjadi acuan diperlukannya suatu penilaian kinerja pada sebuah kantor hukum?

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan untuk menilai apakah perlu dilakukan suatu penilaian kerja, yaitu antara lain:

  1. Pegawai tidak memperlihatkan kreatifitas dalam melaksanakan tugasnya, terpaku hanya pada sebuah contoh atau format yang sudah ada. Biasanya ini akan menimbulkan rasa frustasi dari Pimpinan karena pekerjaan yang dihasilkan oleh pegawai tersebut tidak sesuai standard yang diharapkan;
  2. Seringnya pimpinan menerima complaint dari Klien atas beberapa hal-hal krusial yang ditemukan Klien. Contoh, kesalahan analisa perkara, kurang tepatnya pembelaan yang diberikan, kurang terlihat kemampuan komunikasi yang baik dari lawyers kepada Klien, kehilangan dokumen yang diberikan oleh Klien, dsbnya.
  3. Pegawai tidak disiplin atas jam kerja kantor, sering ijin, sering menghilang saat jam kerja, sering terlambat hadir, dsbnya;
  4. Pegawai kurang perduli terhadap deadline pekerjaan dan kemajuan kantor tempatnya bekerja;
  5. dan yang paling fatal adalah tingginya turn-over pegawai. Dalam jangka waktu 6 (enam) bulan terjadi pergantian pegawai lebih dari 3 orang.

 

Apa sebenarnya penilaian atau pengukuran kinerja itu?

Pengukuran kinerja adalah suatu penilaian untuk menentukan seberapa efektifnya suatu operasi berjalan dalam suatu organisasi berdasarkan kriteria yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan penilaian kinerja adalah sebuah penilaian sistematis terhadap karyawan oleh atasannya atau beberapa ahli lainnya yang paham akan pelaksanaan pekerjaan oleh karyawan itu, juga sebagai alat yang berfaedah tidak hanya untuk mengevaluasi kerja dari para karyawan tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi kalangan karyawan.

Penilaian kinerja ini tentunya menjadi dasar bagi Owner / Pemilik suatu bisnis dalam mengevaluasi kerja dari para karyawannya, juga untuk menentukan keputusan-keputusan penting yang diperlukan dalam memperbaiki keseluruhan sistem kerja yang ada juga untuk menerapkan fungsi-fungsi manajemen yang diperlukan.

Apa manfaat penilaian atau pengukuran kinerja itu?

Sama seperti perusahaan pada umumnya, sebuah kantor hukum pun wajib memperhatikan dan memiliki serta melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. Manfaat utama penilaian atau pengukuran kinerja adalah untuk memaksimalkan tingkat motivasi karyawan sehingga dapat mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Apalagi bekerja professional sebagai seorang Lawyer, sangat diperlukan motivasi yang tinggi agar dapat memberikan hasil output yang tentunya dapat memberikan kepuasan kepada Kliennya.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pegawai memiliki motivasi, antara lain

  1. Sasaran organisasi yang menantang
  2. Jenjang karir dan jabatan yang jelas
  3. Penghargaan dan apresiasi yang sesuai dengan kinerja.

 

Jika beberapa faktor motivasi tersebut telah terpenuhi, apakah manfaat sebenarnya dari penilaian dan pengukuran kinerja?

Berikut ini beberapa manfaat dari penilaian dan pengukuran kinerja:

  1. Perbaikan prestasi kerja pegawai.
  2. Menempatkan pegawai pada jabatan atau posisi yang sesuai dengan potensi dan kemampuannya “right man in the right place”.
  3. Mengukur adanya kebutuhan pengadaan latihan/training untuk pengembangan diri pegawai.
  4. Perencanaan dan pengembangan karir bagi pegawai yang dinilai berprestasi dan mampu menjadi “Talent” yang diperlukan bagi kantor dalam jangka panjang.
  5. Memperbaiki penyimpangan proses staffing, efisiensi jumlah pegawai penting untuk menunjang pendapatan perusahaan.
  6. Mengurangi ketidak-akuratan informasi.
  7. Memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan.
  8. Menyediakan kesempatan kerja yang adil bagi setiap pegawai.
  9. Membantu menghadapi tantangan eksternal terutama dari Klien.
  10. Memajukan rasa “sense of belonging” pegawai kepada Kantor dan berusaha memberikan kontribusi lebih untuk kemajuan bersama.

 

Berjalan dan terlaksananya proses penilaian dan pengukuran kinerja pada suatu law firm, akan sangat membantu dalam menjalankan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan lawyering, tanpa harus stress menghadapi complaint-complaint yang berdatangan dari Klien karena kurangnya kinerja personil-personil yang bekerja di Kantor Hukum (law firm) anda.

Manfaat apa yang dapat dirasakan oleh Klien dari penilaian dan pengukuran kinerja yang anda laksanakan pada kantor hukum anda? Salah satu manfaat terbesar yang dapat dirasakan oleh Klien adalah dengan timbulnya rasa kepercayaan dan kepuasan dari Klien atas output yang diberikan oleh kantor hukum anda. Klien merasa hak-hak dan kewajibannya terlindungi, Klien merasakan bahwa anda akan senantiasa berupaya untuk memberikan solusi terbaik bagi permasalahan hukum yang Klien anda hadapi, dan yang terutama, akan terbentuk suatu long-term relationship antara anda dan Klien, sehingga seluruh permasalahan hukum yang dihadapi oleh Klien, dipercayakan kepada anda.

Oleh karena itu, penilaian dan pengukuran kinerja di kantor hukum sangat diperlukan dan dapat memberikan banyak manfaat baik secara internal maupun eksternal.

 

Feel free to chat with me if you find this article is interesting contact me catherine@easyhelps.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s