+6281210005154 catherine@easyhelps.co.id
Pilih Laman

Bagaimana sebenarnya bentuk penyusunan laporan keuangan untuk Pajak yang diperlukan untuk usaha atau perusahaan? Apakah ada bentuk khusus atau spesifik dalam penyusunan laporan keuangan ini?

Sebagai pelaku usaha dan pemilik bisnis, sudah selayaknya kita lebih memperhatikan untuk membangun budaya tertib administrasi dan pengaturan dokumen dalam usaha milik kita. Jangan hanya fokus di jualannya aja hehhehe..
Kenapa? Ya karena, Indonesia memiliki ketentuan terkait perpajakan yang saat ini cukup ketat. Sehingga tidak disarankan bagi pelaku usaha untuk terlalu fokus hanya di urusan penjualan aja, tapi kurang memperhatikan administrasi usahanya yang akibatnya akan terdapat banyak data, dokumen dan laporan yang tidak tercatat dan tersimpan dengan rapih. Alhasil, saat data tersebut diperlukan, kebanyakan hanya ada di dalam ingatan si Pemilik Usaha aja. Saat harus susun laporan keuangan untuk menyusun laporan Pajak, atau data dibutuhkan untuk meminjam modal usaha dari Bank, ini sulit untuk dapat segera dilakukan.

Laporan Keuangan untuk Pajak

Sesuai judul artikel ini, seperti apakah bentuk Laporan Keuangan untuk Pajak? Khususnya untuk usaha yang baru didirikan dan masih berskala kecil? Pada dasarnya laporan keuangan untuk Pajak itu wajib mengandung unsur laporan kondisi keuangan usaha, antara lain:

  • Ada laporan konkrit mengenai Penjualan (Laporan Piutang usaha) baik yang sudah terbayarkan atau masih belum dibayarkan oleh pihak Customer.
  • Ada laporan konkrit mengenai Pembelian (Laporan Hutang usaha) seperti pinjaman modal usaha, hutang ke Vendor atau Supplier, dsbnya.
  • Ada data laporan biaya-biaya operasional yang pantas berkaitan bidang usaha, contoh, jika usahanya masih skala mikro/kecil, dengan omset dibawah 10 juta per bulan, jangan sampai ada biaya melebihi omset, harus diperhatikan mana yang termasuk biaya real untuk operasional.
  • Ada laporan mengenai biaya gaji, karena namanya usaha, seharusnya ada laporan biaya gaji per bulan, jika belum ada pegawai, berarti bisa melaporkan biaya gaji pemilik usaha.
  • Ada laporan aset milik usaha dan laporan Inventory

Bagi yang sudah melaporkan laporan keuangan Pajak usahanya, terima kasih sudah ikut terlibat dalam upaya pemerintah untuk tertib Pajak, bagi yang belum yuk laporkan segera ya. Susun laporan keuangan dengan baik agar dapat memberikan manfaat bagi perkembangan usaha kita.

Oya, mengenai tertib administrasi untuk mempermudah dalam penemuan data jika diperlukan, ada baiknya juga untuk mulai pelan-pelan menyusun aturan main dalam usaha milik kita. Aturan main berupa hal-hal yang seharusnya dilaksanakan oleh setiap orang yang ada dan terlibat dalam usaha milik kita. Aturan main ini bahasa kerennya Standard Operating Procedures atau SOP. Tujuannya agar sistem manajemen dalam usaha bisa tepat mengikuti arah visi dan misi usaha yang didirikan.

Konsultan Bisnis